Kamar Kecil Yang Berdampak Besar

Sebagian besar masyarakat kita dewasa ini sering menghabiskan waktu di luar rumah dengan berbagai tujuan. Baik untuk bekerja, sekolah, atau untuk melepaskan penat dengan bepergian ke tempat-tempat hiburan seperti pusat perbelanjaan atau bioskop. Dalam hal ini, tentunya masyarakat membutuhkan suatu fasilitas untuk melakukan sanitasi yaitu toilet.

Dikarenakan sering menghabiskan waktu diluar rumah, masyarakat tentunya akan sering menggunakan toilet umum yang tersedia di gedung kantor, sekolah, dan tempat umum. Sudah menjadi rahasia umum kalau kebersihan toilet tersebut agak sedikit ‘diragukan’ karena banyaknya pengguna dan ‘cara’ menggunakan toilet yang beragam.

Toilet yang berada di tempat umum yang mumpuni, misalnya hotel berbintang atau kantor besar biasanya memang telah memenuhi standar. Sayangnya hal ini belum berlaku pada tempat-tempat umum lainnya yang banyak digunakan oleh masyarakat.

Menurut perpustakaan Kementerian Pekerjaan Umum, toilet adalah fasilitas sanitasi untuk tempat buat air besar dan kecil, tempat cuci tangan dan muka. Selain definisi tersebut, suatu toilet yang sehat harus dapat memenuhi standar berikut ini:
  1. Memiliki ukuran ruang yang memadai, yaitu tidak terlalu sempit untuk buang air kecil dan buang air besar.
  2. Adanya sirkulasi udara dengan taraf pergantian udara yang baik.
  3. Adanya sistem pencahayaan di dalam ruang toilet, baik menggunakan pencahayaan alami maupun pencahayaan buatan.
  4. Dibuat dengan konstruksi bangunan yang baik dengan memeperhatikan beberapa unsur berupa kemiringan lantai, pelapis dinding yang bersifat tahan air, dan langit-langit dengan rangka yang kuat.

Selain standar ‘fisik’ yang telah diuraikan diatas, suatu toilet juga harus memenuhi standar kebersihan seperti berikut ini :
  1. Lantai dan toilet harus selalu dalam keadaan bersih dan kering.
  2. Keran air, wastafel, shower toilet dan air bilas (flush) toilet lancar.
  3. Adanya tempat sampah yang bersih dan kering.
  4. Ruangan harus dalam keadaan bersih, kering, tidak berbau dan tidak terdapat sampah atau kotoran.
Dengan mengetahui standar yang harus dimiliki oleh suatu toilet diharapkan para pengguna mampu untuk menggunakan toilet sesuai dengan fungsinya. Tapi pada kenyataannya tidak semua pengguna mampu melakukan hal tersebut dengan baik. Sebagai contoh, saya sering menemui adanya jejak sepatu pada jenis toilet duduk. Hal ini membuktikan bahwa masih ada pengguna toilet yang tidak menggunakan toilet sesuai dengan fungsinya yaitu duduk pada dudukan toilet yang ada bukan malah jongkok atau menginjak dudukan toilet tersebut. Selain itu, pengguna juga harus dapat memanfaatkan tisu yang disediakan dengan tepat yaitu digunakan sebagai pengering, mengelap dudukan toilet yang mungkin basah serta membuangnya ke dalam tempat sampah yang tersedia.

Perlu untuk diketahui, pada toilet yang basah apalagi digunakan secara umum, terdapat begitu banyak kuman, bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan mulai dari gatal dan bintik merah hingga infeksi.

Kita semua sebagai pengguna toilet umum harus mampu menggunakan dan menjaga kebersihannya untuk kepentingan bersama. Karena toilet yang kering dan bersih sangat cocok dengan iklim tropis yang memiliki tingkat kelembapan yang tinggi seperti Indonesia. Hal ini menjadi poin penting bagi kita sebagai masyarakat Indonesia untuk menciptakan  untuk kebiasaan untuk menggunakan toilet umum yang higienis sehingga menciptakan masyarakat yang sehat. Kita sudah memiliki syarat tersebut, sekarang tinggal bagaimana kita mau untuk merubah kebiasaan untuk selalu menjaga dan menciptakan suasana bersih sehingga akan tercipta kesehatan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Pustaka

No comments:

Post a Comment