Mohamed Arturo Cerulli Sang Walikota Muslim Pertama di Italia

Mohamed Arturo Cerulli
Arturo mempunyai nama baptis Il Cristianissimo Arturo dengan marga Cerulli. Arturo lahir di Porto Santo Stefano dan berprofesi sebagai insinyur nuklir. Porto Santo Stefano yang masuk dalam wilayah L'Argentario, merupakan pulau kecil yang terpisah dari daratan Italia yang dapat dihubungi oleh tiga jalan yang ditengah-tengah terdapat danau berpenduduk hanya 10.000 ditemukan oleh penangkap ikan di abad ke 14, selain Porto Santo Stefano juga ada wilayah lainnya Porto Ercole yang sedikit lebih kecil.


Mohamed Arturo Cerulli yang akrab dipanggil Arturo akhirnya terpilih menjadi walikota (Sindaco) Monte Argentario, Regione di Toscana, Italia yang baru dari partai politik Tengah-Kanan (centrodestra), Popolo della Liberta merupakan satu satunya Walikota di Italia yang beragama Islam.


Walikota yang baru untuk Comune di Monte Argentario ini, terpilih dengan suara 45,42% dan dinyatakan sudah memenuhi ketentuan dalam kelompok suara Liberta, dimana koalisi terdiri dari PDL (Partai Demokrat Liberta), UDC (Unita Demokrat Cristiani) dan Parpol Kanan dan dari Partai Lista Civiche. Ditambahkan lagi bahwa kemenangan ini dipromotori oleh para VIP. Menurutnya menjadi walikota adalah salah satu kehormatan baginya karena posisi ini sebelumya adalah salah satu kedudukan politik yang paling dihormati, karena pernah ditempati oleh Susanna Angelli, yang dianggap penduduk sebagai seorang yang berjasa besar di daerah tersebut.


Karena kinerjanya yang cukup bagus dan berhasil apalagi kebijakannya lebih pro terhadap kepentingan publik, masyarakat menghendaki dirinya memimpin kembali kota dengan jumlah penduduk sekitar 14 ribu itu. Di pemilihan pada Mei 2013  ia terpilih sebagai wali kota untuk periode kedua (2013-2018).
Arturo & Nunuk


Arturo memeluk agama Islam karena cintanya dengan istrinya. Kisah kepindahannya menjadi seorang muslim adalah ketika pada tahun 1988 pada saat Arturo bertugas di Indonesia dan bekerja dibagian pusat tenaga Nuklir yang tempatnya tidak jauh dari Jakarta (BATAN Serpong, Banten). Arturo ingat bagaimana dirinya jatuh cinta dengan istrinya yang bernama Sri Semiarti Sastropawiro yang akrab dipanggil Nunuk.


Nunuk memiliki sebuah usaha bernama toko Djawa yang terletak di jalan Via Jacovacci, Porto Santo Stefano yang merupakan persembahan dari sang suami Arturo Cerulli untuk istrinya agar betah tinggal di pinggir pantai  Italia.


Toko Djawa tidak saja menjual barang-barang furniture dengan ukiran Jepara yang khasitu, disana juga dijual lukisan Bali, barang kerajinan seperti patung dari Jogyakarta, pernak-pernak perhiasan dari perak serta kain batik Jogyakarta.



Toko Djawa
Di depan toko Djawa terdapat tulisan L'Indonesia fatta amino yang artinya kerajinan tangan Indonesia. Di setiap label harga dan kode barang di tulis kata-kata dalam bahasa Italia. Mobili E Oggetti Etnici dan serangkaian kata lainnya. Artinya menceritakan bahwa barang-barang dari Indonesia umumnya finishingnya kurang bagus dan justru disitu letak keunikkannya dan ditekankan bahwa barang-barang tersebut dihasilkan oleh tangan yang memiliki karakteristik tersendiri.




sumber
http://gibbons.blogdrive.com/archive/123.html
http://www.islamedia.web.id/2013/07/inilah-kisah-mohamed-arturo-cerulli.html

No comments:

Post a Comment