Warna Warni Batik

Warna-warna indah yang terdapat pada batik berasal dari zat pewana yang dapat digolongkan menjadi dua kategori yaitu :

  • Zat warna alam
  • Zat pewarna alam adalah pewarna yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan seperti daun dan kayu atau benda-benda yang tersedia di alam seperti tanah, lumpur, dan batu. Cara untuk mengolah bahan-bahan yang tersedia dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya direbus terlebih dahulu. Selain itu, ada pula yang dihaluskan dan dilakukan perendaman. 
  • Zat warna sintetis
  • Zat pewarna sintetis yaitu pewarna yang dihasilkan dari zat-zat kimia sintetis. Zat warna buatan ini tidak hanya digunakan untuk proses membuat batik, akan tetapi jika dalam jumlah pemakaian yang banyak juga digunakan sebagai pewarna produk tekstil.

Batik asli atau ... ?

Definisi batik secara umum yang telah disepakati pada saat Konvensi Batik Internasional yang dilakukan di Yogyakarta pada tahun 1997 adalah proses penulisan gambar atau ragam hias pada media apapun dengan menggunakan lilin batik  sebagai alat perintang warna.


Megamendung & Wadasan

Cirebon merupakan kota yang terdapat di daerah Jawa Barat yang memiliki berbagai jenis motif batik. Motif batik yang paling banyak digunakan dalan seni batik Cirebon adalah motif Megamendung dan Wadasan. 

ABAP - Program Kelulusan

tampilan inputan

REPORT  ZPROGRAMUNTUKKELULUSAN.

PARAMETERS:
NAD 
TYPE p DECIMALS 1,
NAM 
TYPE p DECIMALS 1,
NAMR 
TYPE p DECIMALS 1.

Sejarah Singkat Batik

rereng


sejarah pembatikan di Indonesia berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan Majapahit dan penyebaran agama Islam di Tanah Jawa. dalam beberapa catatan, pengembangan batik banyak dilakukan pada masa-masa kerajaan Mataram, kemudian pada masa kerajaan Solo dan Yogyakarta.





kesenian kerajinan batik tradisional ini di Indonesia telah dikenal sejak zaman kerajaan Majapahit dan terus berkembang pada kerajaan-kerajaan berikutnya. meluasnya kesenian batik menjadi milik rakyat Indonesia dan khususnya suku Jawa pada setelah akhir abad ke-XVIII atau awal abad ke-XIX.