Cerita Dari Jeddah

Hujan turun tidak berhenti. Pagi ini koper sudah siap, nanti malam akan long flight. Sore mendapat informasi ada longsor di daerah perimeter selatan diakibatkan hujan deras, ada korban katanya. Saatnya bersiap, aku yang tinggal hanya sepelemparan batu dari bandara malam ini harus mempersiapkan waktu berangkat dua jam sebelum waktu harus tiba. Macet parah.

Tiba di bandara, crew lengkap, saatnya berangkat. Malam ini kami akan terbang dengan tujuan akhir Jeddah dari Jakarta, singgah sebentar di Hyderabad, India. In charge di galley belakang bersama dua rekan lainnya, ah terbaik! Kantuk tak tertahankan, namun tetap semangat melaksanakan prosedur dan instruksi dari cabin senior dan captain saat pre-flight briefing tadi. Meals panas sudah disiapkan di dalam box, teh dan kopi pun sudah siap. Saatnya serving untuk penumpang. Semua sudah selesai, galley kembali rapi, sekarang saatnya kami istirahat. Tidur di galley :).
Setelah kurang lebih dua belas jam dari waktu terbang di Jakarta, mendaratlah pesawat kami di Bandar Udara Internasional King Abdul Aziz di Jeddah. Waktu di Jeddah adalah 4 jam lebih lambat daripada waktu di Jakarta, Waktu Indonesia Barat. Seperti biasanya, dalam perjalanan menuju hotel, kami singgah membeli makan siang untuk bersama nanti di santap di hotel.

Sampai di hotel tengah hari, sembari menunggu proses check-in kami mendapat welcome drink jus mangga manis super dingin (menurutku), enak dan segar tapi was-was untuk kesehatan tenggorokan. Dilanjutkan makan nasi biryani dengan ayam super enak (karena lelah long flight) lesehan satu set crew. Setelah kenyang, dan kunci sudah diperoleh, saatnya menuju kamar masing-masing untuk beristirahat walau singkat, karena agenda kami nanti sore adalah pergi ke Balad Market, tempat berbelanja oleh-oleh dan makan (lagi).

Petang kami berangkat dari hotel menuju Balad Market. Jalan-jalan mencari keperluan masing-masing, makan, dan akhirnya kembali lagi ke mobil dengan begitu banyak barang bawaan. Berat. Tiba di hotel lagi malam, saatnya beristrirahat dan mempersiapkan fisik dan mental untuk melaksanakan ibadah umrah ke Baitullah.

Labbaikallahuma'umratan
. Prosesi umrah sudah selesai dilaksanakan, kemudian dilanjutkan solat subuh. Paginya setelah semua kegiatan ibadah selesai dan kami bersiap kembali ke hotel.



di depan Masjid Terapung, Jeddah
Sore ini kami akan berangkat ke Masjid Ar Rahma. Masjid legendaris yang terletak di dekat Laut Merah yang sering juga disebut sebagai Masjid Terapung. Sungguh indah sekali menikmati pemandangan laut beserta tiupan angin kencang sambil menikmati matahari terbenam kali itu.

Matahari datang lagi, pagi mulai menyingsing menggeser gelap malam saat kami bersiap-siap kembali ke tanah air. Tiba di pesawat dan melakukan job desc masing-masing untuk menjaga kenyamanan dan keselamatan penumpang.

Hal indah lain yang tidak terlupakan saat flight ini adalah dimana ada adzan magrib yang dikumandangkan oleh pilot dari cockpit yang terdengar di keseluruhan kabin pesawat. Dan saat dimana salah seorang penumpang, menanyakan untuk mengimami solat berjamaah yang kemudian diikuti oleh seluruh penumpang di dalam kabin beserta crew. Subhanallah.


2 comments: