Casa de Giulietta

Bangunan yang merupakan rumah keluarga Dal Capello pada awal abad ke-20 ini, diubah menjadi rumah Juliet dan digunakan untuk kepentingan setting film Romeo and Juliet yang disutradarai oleh Zeddirelli pada 1968.
Di bagian depan Casa de Giulietta terdapat tembok-tembok yang semennya tidak rata, warna terakota hangat dari bata-bata yang terekspos, dan hijau tanaman rambat yang menjulur dari atas menciptakan kesan dramatis. Pada 1930, balkon yang terkenal sebagai tempat Juliet meratapi cinta tragisnya dengan Romeo ditambahkan. Restorasi banguan pada waktu itu juga membubuhkan jendela dan pintu bergaya gothic sebagai ungkapan selamat datang kepada pengunjung.

Bagian dalamnya adalah museum kecil yang memperrtontonkan artefak autentik dari abad ke-16 dan 17. Semua lukisan, keramik, dan hiasan dinding berkaitan dengan Shakespeare. Di halaman belakang, terdapat patung perunggu Juliet yag dibuat oleh Nereo Constantini. Selain itu, terdapat dinding Juliet yang menjadi tempat para pengunjung menuliskan namanya dan nama orang terkasih. Konon, menuliskannya di sana akan mebuat kisah cinta mereka menjadi abadi. Di atas kotak surat di rumah itu tertulis "Juliet lives here, write to her!" dalam lima bahasa.

Para relawan yang merupakan "sekretaris Juliet" nantinya akan membalas surat-surat tersebut. Rumah Juliet sebagai karya arsitektur tentu saja tidak menjadi sekedar bangunan. Kisah yang menyertainya dan "balasan surat" yang ada menjadi daya tarik pariwisata yang kuat.


Sumber:
Kompas/ Klasika/ Jumat, 8 Agustus 2014


No comments:

Post a Comment