Ciri-Ciri Ponsel yang Disadap

Sekarang di Indonesia sedang booming mengenai penyadapan pada ponsel. Untuk itu, ada baiknya blogger readers mengetahui sedikit mengenai penyadapan pada ponsel tersebut. Berdasarkan sumber yang saya baca, terdapat dua jenis penyadapan, yang pertama menggunakan alat sadap berdasar frekuensi telepon yang bernama ATIS Gueher Gmbh buatan Jerman. Sedangkan yang kedua adalah penyadapan dengan menggunakan software.


Ciri-ciri ponsel yang disadap menggunakan alat semacam ini yaitu
  1. Ada suara berdengung panjang, suara lawan bicara seperti berada di lorong yang bergema.
  2. Bila melakukan panggilan ke nomor-nomor tertentu akan putus setiap beberapa menit, padahal tidak sedang di luar kota.
  3. Delay penyampaian SMS, bahkan cukup banyak SMS tidak terkirim. Kedua permasalahan ini sering diartikan karena buruknya layanan operator.
  4. Sulit sekali menelepon ke nomor-nomor tertentu. Bahkan saat si pengguna nomor berada berdekatan secara fisik (sehingga bisa dilihat handphonenya dalam keadaan on, sinyal penuh, dan tidak dipakai).
  5. Ada suara aneh semacam “cklik” atau “nut” sesaat sebelum nada sambung (atau NSP) berbunyi.
  6. Sering terdapat suara lain semacam induksi ala PSTN saat melakukan panggilan dari ponsel ke sesama nomor. Pertanyaannya, apakah induksi bisa terjadi pada telepon seluler yang nirkabel ?
  7. Saat melakukan panggilan dengan menekan angka satu per satu (bukan dial dari phonebook) ke nomor tertentu, malah sambung ke nomor yang lain.


Sedangkan ciri-ciri penyadapan dengan mengguanakan software penyadap adalah
  1. Bila baterai ponsel menjadi lebih cepat terkuras padahal jarang digunakan. Sebab, sebuah software mata-mata (spyware) yang sudah tertanam di ponsel, biasanya akan mengirimkan informasi-informasi kepada si penyadap. Hal ini menyebabkan baterai ponsel akan lebih cepat terkuras.
  2. Apabila ponsel tidak sedang digunakan, bila disentuh akan terasa hangat karena ponsel ini sebenarnya bekerja, kemungkinan karena proses penyadapan itu sendiri.
  3. Saat digunakan untuk menelepon orang lain, terdengar berbagai macam bunyi-bunyian, misalnya bunyi klik, derau, atau bunyi lainnya. Bahkan, kemungkinan volume ponsel juga bisa bisa berubah-rubah sendiri.
  4. Bila terdengar bunyi yang tak wajar dari ponsel saat sedang tak digunakan, kemungkinan ponsel sedang bekerja, berfungsi sebagai receiver atau transmitter yang sedang menerima percakapan telepon di area sekitarnya.
  5. Saat ponsel digunakan berkomunikasi, biasanya ponsel tiba-tiba mati, sinyal tiba-tiba turun atau suaranya mendengung.
  6. Lakukan pengujian. Beritahu kepada orang yang Anda percaya bisa memegang rahasia tentang informasi tertentu. Bila kemudian orang lain mengetahui informasi tersebut, ada kemungkinan ponsel telah disadap.

sumber dari Kaskus 

2 comments: