Pengujian Kotak Hitam (Black Box Testing)

Menurut Roger S. Pressman (2010) Black Box Testing atau Pengujian Kotak Hitam atau juga disebut Behavioral Testing, berfokus pada persyaratan fungsional dari perangkat lunak. Artinya, teknik Black Box Testing memungkinkan untuk mendapatkan set kondisi masukan yang sepenuhnya akan melaksanakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Black Box Testing bukan merupakan alternatif dari pengujian White Box Testing. Sebaliknya, Black Box Testing adalah pendekatan komplementer yang mungkin untuk mengungkap kelas yang berbeda dari kesalahan daripada metode White Box Testing.

Black Box Testing mencoba untuk menemukan kesalahan dalam kategori berikut.
a.    Fungsi tidak benar atau hilang.
b.    Kesalahan interface atau antarmuka.
c.    Kesalahan dalam struktur data atau akses database eksternal.
d.    Kesalahan kinerja atau perilaku.
e.    Kesalahan inisialisasi dan terminasi.
Tidak seperti White Box Testing yang dilakukan pada awal proses pengujian, Black Box Testing cenderung diterapkan pada tahap selanjutnya dari pengujian. Karena Black Box Testing sengaja mengabaikan struktur kontrol, perhatian difokuskan pada domain informasi. Pengujian ini dirancang untuk menjawab pertanyaan berikut (p. 495).
a.    Bagaimana validitas fungsional diuji?
b.    Bagaimana behavior system dan kinerja diuji?
c.    Apakah kelas masukkan akan membuat kasus uji yang baik?
d.    Apakah sistem sangat sensitif terhadap nilai masukkan tertentu?
e.    Bagaimana batas-batas kelas data yang terisolasi?
f.    Kecepatan data dan volume data apa yang dapat mentolerir sistem?
g.    Efek apa yang akan muncul dari kombinasi data tertentu terhadap operasi sistem?

1 comment: