Payung Warna Warni

hari ini ,
hujan dari pagi ,
mentari enggan mewarnai langit kami ,
sehingga kelabu sepanjang hari ..


langit terus menangis ,
hingga mentari berganti bulan ,
gelapnya malam mulai mencekam ,
dingin semakin menusuk ke tulang ...

orang-orang mulai turun dari gedung tinggi itu ,
satu per satu membuka pintu ,
angin berhembus kencang ,
membuat mata seketika terpejam ..


tak jauh dari pintu itu ,
berdiri segerombol anak kecil ,
membawa payung warna warni ,
dengan badan yang basah kuyup ,
lengkap tanpa alas kaki ..


aku pernah melihat ,
binar mata mereka yang begitu senang ,
ketika ada orang yang memanggil mereka ,
berlari sekencangnya ,
di jalan yang licin,
menghampiri si pemanggil ,
sambil melebarkan payung warna warni ..



kami berjalan cepat ,
di tengah langit malam yang menangis deras ,
basah ,
licin ,
ramai ..



di payung warna warni itu ,
ada aku di tengah ,
dan adik kecil berpakaian basah itu di depan ,
sambil menarik sedikit ujung payung untuk menutup kepala,



aku bertanya ,
memang tidak dingin seperti ini dik ?
dengan santai dia menjawab ,
sudah biasa kak ...



seketika rasanya seperti terinjak paku ,
di kaki tanpa alas ,
sakit ,
dan perih setelah nya ..



berjuang ,
berusaha setiap hari ..
dengan menggadaikan nikmat Tuhan yang tak ternilai ,
kesehatan .
demi beberapa lembar uang seribuan, dua ribuan, dan recehan ...



maka kepala titipan Tuhan ini segera tertunduk ,
mulut ini mengucap syukur tiada tara..



maka nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan ..?



No comments:

Post a Comment