Simbol Keabadian

Edelweiss (Leontopodium Alpinum), salah satu bunga yang sangat terkenal sebagai Bunga Gunung Eropa, sebagai salah satu keluarga bunga matahari (Asteraceae).


Nama bunga ini berasal dari German, edel (berarti mulia/noble) dan weiss (berarti putih/white). Nama genusnya Leontopodium berarti lion's paw atau cakar macan, sedangkan Leon dari bahasa Yunani Leon (singa/lion) dan Podion (kaki/pous/foot).


Edelweis, sebuah tanaman eksotik dan endemik khas daerah alpina atau montana. tanaman dari family asteraceae tumbuh dan berkembang di daerah pegunungan dengan iklim yang dingin dan pada ketinggian diatas 2.000 mdpl. 


Edelweis merupakan tumbuhan pelopor bagi tanah vulkanik muda di hutan pegunungan dan mampu mempertahankan kelangsungan hidupnya di atas tanah yang tandus, karena mampu membentuk mikoriza dengan jamur tanah tertentu yang secara efektif memperluas kawasan yang dijangkau oleh akar-akarnya dan meningkatkan efisiensi dalam mencari zat hara. bunga-bunganya, yang biasanya muncul di antara bulan April dan Agustus dan bunga ini sangat disukai oleh serangga.
 

Jika tumbuhan ini cabang-cabangnya dibiarkan tumbuh cukup kokoh, edelweis dapat menjadi tempat bersarang bagi burung Tiung Batu Licik (Myophonus Glaucinus).


Beragam istilah muncul untuk menyebut nama tanaman eksotis ini. Ada yang menyebut sebagai bunga keabadian, ketulusan dan perjuangan, dan masih banyak lagi intepretasi yang lain. Disebut bungan keabadian, karena bunganya yang terus awet dan berada dipuncak gunung sebagai simbol keabadian. Lambang ketulusan, karena Edelweis tumbuh di daerah yang khusus dan ekstrem, sehingga seolah menerima keadaan apa adanya tanpa menuntut kondisi yang mengenakan. Bunga ini juga mengandung arti sebagai lambang perjuangan, karena bunga ini tumbuh ditempat yang tandus, dingin, miskin unsur hara dan untuk mendapatkannya harus bersusah payah mendaki gunung.

 
Mungkin, cara untuk mengungkapkan cinta adalah dengan sekuntum bunga. Mawar merah pertanda cinta membara, mawar putih tanda cinta yang tulus, dan bunga edelweis adalah tanda cinta abadi. 


Tapi, menurut berbagai sumber, kendati cinta rasa cinta hangat membara, seorang pecinta alam tetap pantang memetik edelweis. Sebab, bertentangan dengan filosofi pecinta alam sejati, “pantang meninggalkan sesuai selain jejak kaki, pantang membawa sesuatu selain kenangan,”.

 

1 comment: