Hadiah Untuk Kami

Sepucuk Hadiah Dari Kami
 Untuk Kalian dan Kita Semua



“Seperti halnya kalian yang memberi kami semangat saat keluar, kami ingin menyambut dunia baru ini pada kalian “

Assalamu’alaikum Warrahmatulllahi Wabarakatuh.

Saya ucapkan rasa syukur sebesar-besarnya kepada Allah SWT atas segala limpahan karunia-Nya , perlindungan-Nya, kesempatan untuk selalu memperbaiki diri dan menjadi manusia bertanggung jawab terhadap pilihan-pilihan hidupnya.  Saya ucapkan terimakasih kepada Seluruh Civitas akademika Politeknik Telkom yang telah bekerja keras dan berjibaku pada tantangan permainan Allah dimana sebenarnya DIA ingin melihat seberapa besar usaha kita, seberapa payah kita bersusah payah menuntut ilmu agar dapat bermanfaat orang lain. Agar cita-cita kita bersama untuk “memberi dan membawa dunia” dapat terlaksana dari bekal yang telah kita raih bersama di kampus ini. Izinkan saya memberikan selamat dalam sebuah hikmah yang saya tulis.

Calon wisudawan yang saya cintai,
Memberi dan membawa pada dunia harus kita pahami sedalam-dalamnya dalam sanubari kita. Para pendiri dan visioner di kampus ini menginginkan bahwa agar kita semua dapat membawa dan mengimplementasikan visi tersebut di dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.  Agar lulusannya dapat menjawab setiap pertanyaan yang ada di dunia ini. Sebagai manusia yang beriman, kita visi tersebut juga sangat relevan untuk mengantarkan kita menjadi manusia yang paling baik disisi sang pencipta. Dimana setiap aktivitas kita pada dasarnya adalah untuk mengangungkan nama Allah Azza Wa Jalla. “sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaaat untuk orang lain”. Dari riski-Nya kita adalah orang yang diberikan kesempatan untuk dapat menempa kehidupan di kampus ini. Dari setiap kelembutan Nya kita diberikan kesempatan untuk berbuat salah dan kemudian memperbaiki diri.  Seperti saya yang juga berbuat salah dan selalu ingin memperbaiki diri. Sehingga berharap akan dapat menjadi manusia yang paling baik disisiNya karena mampu memberikan pengaruh dan perubahan besar pada orang-orang disekeliling kita, sehingga tujuan kita adalah tanggung jawab bersama untuk turut membangun lingkungan besar kita . Indonesia .


Para Pendiri Bangsa sedang menunggu
Calon wisudawan yang saya cintai,
Para pendiri bangsa telah berjibaku , berkorban , dan menyingkirkan egositas mereka untuk hidup nyaman. Soekarno, Bung Hatta, Syahrir, mereka punya seribu kesempatan untuk hidup nyaman. Disaat 95% masyarakat tahun 1945 belum bisa membaca dan menulis mereka sudah studi sampai Strata 2 dan menjadi putra terbaik negeri ini. Mereka punya sejuta pilihan menjadi orang kaya, hidup nyaman, bekerja di perusahaan asing  dan melalui hidup tanpa serangan penjajah. Tapi mereka tinggalkan semua pilihan hidup itu dan mereka lebih memilih turun dan berperang menghadapi imperialism dimana taruhannya adalah nyawa.Mereka ajarkan manusia-manusia Indonesia yang bodoh, membelikan beras dengan kantong mereka yang kosong, membela peradilan yang sangat tidak adil. Mereka memilih diasingkan dan menjadi “MAN BEHIND THE WIN” . Mereka belajar keras, mempertahankan harga diri bangsa, berperang , berunding, bernegosiasi, diasingkan, dibunuh. Lalu apa sebenarnya tujuan mereka? Mereka hanya menginginkan kemerdekaan  dalam arti seluas-luasnya, termasuk kemerdekaan pikiran. Kemerdekaan yang berdaulat penuh, sedangkan tujuan kemerdekaan berbangsa dan bernegara itu sendiri adalah untuk menyelenggarakan kesejahteraan rakyat.

Disekeliling kita masih kita jumpai rakyat yang mati kelaparan. Mencuri buah hanya demi kelangsungan hidup, kita masih melihat blok-blok migas kita dijual kepada asing, sedangkan rakyat kita masih kelaparan, di pulau terluar mereka bersyukur dengan sekolah yang terselenggara 1 minggu sekali dengan bermil-mil jauhnya (cerita saya dapatkan dari kawan pengajar muda di wasior, Indonesia ). Semua begitu nyata didepan mata kita.
Calon Wisudawan Politeknik Telkom yang saya banggakan,  
Lalu bagaimana dengan kita? Dimana kita sekarang ? saat mereka para kaum papa terhimpit ingin memilih mati  namun Tuhan belum mengijinkan mereka yang tak sanggup menghadapi kerasnya dunia.Saatnya kita bantu mereka.  Mungkin kita masih sangat disibukkan dengan impian untuk memperkaya diri, kita masih disibukkan dengan agenda bagaimana membuat bos senang, kemudian saat kita menua dan hanya tau waktu kita sudah habis dan tidak ada waktu untuk menjadi manusia yang TERBAIK. Tapi saya berharap kita semua dapat terus bergerak pelan-pelan , bersama-sama, dan konsisten ke arah jalan yang terang dan menyelamatkan mereka yang tersesat .Mungkin Tuhan mengijinkan kita untuk menjadi penerang yang baik. Mungkin juga kata-kata ini terlalu normatif dan puitis.

Kita Manusia  Terbaik
Wisudawan Politeknik Telkom yang manis,  
Manusia yang berjalan tanpa mengetahui tujuan adalah manusia yang telah tersesat. Seperti halnya kita para wisudawan dan alumni Politeknik Telkom yang membanggakan ini. Jangan sampai kita saat melangkahkan kaki ke depa tidak mengerti arah jalan pulang. Jalan pulang ke tempat yang paling tinggi dan agung di kolong langit ke 7. Saya berharap teman-teman mengerti bahwa kita telah diciptakan dari visi yang luar biasa hebat, kita diciptakan dari visi yang sangat besar untuk menjadi “manusia terbaik” maka mari kita ambil langkah tersebut dan lakukan hal –hal besar. “tenaga kita akan habis dengan agenda kecil saat kita tidak memiliki agenda besar dalam hidup kita” (anis mata). Saya menulis surat ini dalam keadaan sadar bahwa saya juga belum menghasilkan apapun tetapi saya sedang belajar memahami bagamana cara menjadi manusia besar. Manusia pembelajar dan terus belajar.

Politeknik Telkom Tercipta karena ingin memiliki peran sebagai actor utama untukPembangunan Indonesia
Saya yakin kampus ini diciptakan bukan karena alasan kecil seperti “memenuhi kebutuhan industry” dan menjadi bagian kecil dalam agenda berbangsa ini. Saya yakin kita dibentuk dengan latar belakang yang berbeda seperti kampus lain, melainkan karena tujuan kita begitu besar dan agung yaitu untuk turut "mengubah wajah dunia". Untuk membawa dunia, kita tidak mungkin hanya menjadi seorang kuli panggul, dan underbow industrialisasi asing. Walapun hal tersebut halal dan sangat layak untuk dilakukan. Tetapi kawan , mari kita terbangkan diri kita dan bermimpi lebih jauh lagi. Bahwa kita selama ini memiliki potensi yang sangat luar biasa lebih dari hanya sekedar menjadi seorang pengikut. Walaupun terkadang kita juga tetap menjadi seorang pengikut. Cukup satu saja manusia besar yang kita ikuti yaitu Rasulullah SAW. Manusia besar yang terlahir untuk mengubah bangsa yang jahil. Sama seperti kita di negeri yang masih penuh sesak dengan kejahilan ini, maka kita adalah pasukan pemberontak pertama. Kita akan memberontak dengan 100 kali lipat dengan  focus dan kerja keras untuk belajar mencipta.  Mari kita rawat Indonesia kita dan menjadi orang yang berkontribusi besar. Mari kita berpikir besar, karena berpikir besar dan bertindak besar adalah pilihan yang wajib kita ambil. karena kamu adalah apa yang kamu pikirkan (BUdha).

Angkatan Role Model
Calon Wisudawan terkasih,
Saya belajar dari kampus besar bahwa untuk menjadikampus  besar maka dibutuhkan alumni yang bermental besar. Seperti halnya mereka , kita juga bisa melakukannya. Seperti halnya mereka,  kita juga mungkin untuk merealisasikannya. Kata salah satu guru besar di ITB, untuk membentuk kampus yang berkarakter maka salah satu factor penting adalah role model. Sial sekaligus menjadi keuntungan buat kita bersama. Hari ini kita adalah role model karena kita adalah angkatan-angkatan awal. Dimana seharusnya di dalam diri kita harus memiliki cita-cita besar agar makin banyak tercipta orang besar yang mampu berbuat banyak untuk negeri ini. Sehingga perilakunya bisa dicontoh oleh adik-adik kita. Saya berharap rasa senang wisudawan tidak berakhir dengan foto bareng, bersedih ria di dalam tawa sambil menanti kebingungan karena akan berjibaku dengan dunia nyata. Tetapi mari kita belajar memahami posisi kita saat ini , mau tidak mau suka tidak suka.

HANYA BERSAMA KITA BISA
calon wisudawan Politeknik Telkom yang hebat,
Saya amat berterimakasih telah diberikan kesempatan belajar hidup di kampus tercinta dan membanggakan ini. Kita masih memiliki seratus kekurangan dan sejuta kelebihan dan jangan beralasan pada apapun yang membuat kita melupakan dimana tempat kita berpijak. Jas merah, jangan sekali kali melupakan sejarah dari mana kamu dilahirkan (bung karno) . Politeknik Telkom adalah tempat kita dilahirkan pertama kali, dimana kita menjadi bagian terpenting untuk ada di muka bumi ini. Untuk membangun kampus tercinta kita ini maka saya yakin orang hebat sekalipun hanya bisa menggapai mimpinya " bersama-sama". Sudah didahului oleh alumni pendahulu kita , saat yang lain masih menganggur maka yang lain akan membantu mencarikan pekerjaan. Saat yang lain ingin berkarya maka menyediakan jaringan. Saat yang lain butuh cerita maka kita bercerita. Kerja sama itu seperti tali yang tidak akan pernah terpotong. Saya ingin diantara kita akan ada ikatan kekeluargaan yang sangat kuat, "bagai kapas yang ditenggelamkan di dalam air" , persahabatan antara kapas dan air dimanapun kita berada. Saya telah mengawali , dari manapun jurusan kalian apapun profesi kalian, jika ada yang bisa saya lakukan maka saya akan melakukan yang terbaik untuk kalian. Agar kita berhasil bersama-sama dalam jumlah yang besar. “sekali teman tetap teman”.



Calon Wisudawan , sejawat, POLITELSIAN
Di dalam kumpulan organisasi yang kita ikuti ,kelas-kelas, unit-unit prodi –prodi saya merasa mereka adalah factor terpenting dalam keberjalanan hidup. Maka saya ucapkan terimakasih pada bagian tersebut yang sudah bersinergi tanpa terkecuali dan telah membimbing sejawatku tercinta (POLITELSIAN, #seperti alumni oxford yang disebut oxian, alumni binus disebut binusian). Saya menguncapkan selamat kepada seluruh POLITELSIAN, saya ucapkan kolega yang bekerja bersama di BAdan Eksekutif Mahasiswa Politeknik Telkom pada semua kabinet di aneka masa, Saya ucapkan terimakasih kepada Lembaga SYiar Mahasiswa, Saya ucapkan selamat kepada kolega di HIMAKA yang masih menghasilkan alumni terbaik di kawasan pendidikan Telkom, HMMI, HIMATEK, Unit dll yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. May Allah will blessing you.
Selamat  dengan segala rasa dari saya. Saya bangga pada kita semua , kita bersama. Mari jangan berhenti membantu keberhasilan calon penerus kita (adik-adik kita), kita harus turun dan tetap menempelkan bola dunia dalam genggaman dalam hati kita dan mereka. Selamat diwisuda, bahwa seorang Ahli Madya adalah seorang agen yang mengerti bahwa kedudukannya berada ditengah –tengah  kehidupan (madya=tengah). Bahwa seorang ahli madya memiliki tanggung jawab untuk menjadikan  manusia –manusia terbaik yang lain. Semoga selalu diberikan keberuntungan.
Wassalamu’alaikum Wr Wb.


Salam cinta dari kami,

Geni Isno Murti
“Si kerdil yang ingin menjadi besar”
Ketua Umum Ikatan Alumni BEM Politeknik Telkom
Saturday, October 20, 2012 at 1:19am



No comments:

Post a Comment